Nusavara Logo
NUSAVARA CATERING & EATERY
Home Catering Eatery Berita Galeri Foto FAQ

Nusavara Yogyakarta Dilibatkan sebagai DUDI dalam Uji Publik KSP SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro

Berita 12 Juni 2026 Penulis: Admin 23x dibaca

Nusavara Yogyakarta Dilibatkan sebagai DUDI dalam Uji Publik KSP SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro

Bantul — Upaya memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Uji Publik Konsentrasi Keahlian dan Sinkronisasi Kurikulum (KSP) di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro, yang melibatkan Nusavara Yogyakarta sebagai representasi Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

Pelibatan unsur industri dalam forum tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan langkah strategis untuk memastikan arah pendidikan kejuruan tetap berpijak pada kebutuhan riil dunia kerja yang terus bergerak dinamis. Dalam kesempatan itu, Nusavara Yogyakarta menegaskan kesiapannya menjadi mitra industri dalam pengembangan pendidikan berbasis kompetensi dan kebutuhan lapangan kerja.

Keterhubungan antara sekolah vokasi dan industri, menurut pihak Nusavara, menjadi faktor penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya adaptasi terhadap perubahan ekosistem industri modern.

Nusavara menyatakan komitmennya untuk turut memberikan dukungan terhadap penguatan kompetensi peserta didik, baik dari sisi hard skill maupun soft skill. Penguasaan keterampilan teknis dinilai perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter kerja, seperti disiplin, komunikasi, kemampuan kolaborasi, kepemimpinan, hingga kecakapan menyelesaikan persoalan di lingkungan profesional.

“Industri hari ini tidak hanya mencari individu yang mampu bekerja secara teknis, tetapi juga pribadi yang memiliki etika kerja, kemampuan beradaptasi, dan tanggung jawab yang baik. Karena itu, penguatan kompetensi harus dilakukan secara menyeluruh,” ungkap perwakilan Nusavara dalam forum uji publik tersebut.

Tak berhenti pada penguatan kompetensi, Nusavara juga menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra dalam pengembangan Teaching Factory (TEFA), sebuah model pembelajaran berbasis praktik bisnis dan industri riil yang kini menjadi salah satu pendekatan strategis pendidikan vokasi.

Melalui skema tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual dengan menghadirkan simulasi bahkan keterlibatan langsung pada proses bisnis yang menyerupai kondisi industri sesungguhnya. Pendekatan ini diyakini mampu mempersempit kesenjangan antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan pasar kerja.

Pelaksanaan uji publik KSP di SMK Muhammadiyah 1 Bambanglipuro sekaligus memperlihatkan pentingnya membangun ruang dialog antara satuan pendidikan dengan pelaku industri. Sinkronisasi kurikulum tidak lagi dipandang semata sebagai kewajiban institusional, melainkan kebutuhan bersama untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif, relevan, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

Bagi Nusavara Yogyakarta, keterlibatan dalam pengembangan pendidikan vokasi merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mendukung terciptanya ekosistem sumber daya manusia yang unggul dan selaras dengan kebutuhan industri masa kini.

Bagikan Artikel:

Chat WhatsApp